Presiden Jokowi Wacanakan Pelarangan FPI, Rizieq Shihab Jawab Enteng Begini!

Surat Keterangan Terdaftar Front Pembela Islam (FPI) yang kerap ditafisirkan sebagai izin organisasi masyarakat, telah habis masa berlakunya sejak 20 Juni 2019 lalu. Walaupun sudah mengajukan Surat Permohonan yang disertai dengan sejumlah dokumen pelengkap ke Kementerian Dalam Negeri, belum ada tanda-tanda akan dikabulkan, dan SKT baru untuk FPI bakal diterbitkan.




Bahkan, pihak berwenang di Kementerian yang dipimpin oleh Tjahjo Kumolo itu memberikan keterangan, ada dokumen yang mesti dilengkapi oleh FPi, antara lain Surat Rekomendasi dari Kementerian Agama, sebagai organisasi masyarakat berbasis agama. Presiden RI, Jokowi, dalam wawancara dengan the Associated Press (AP), justru menunjukkan ketegasannya. 'Pelarangan FPI sepenuhnya mungkin!' ungkapnya kepada jurnalis dari media asing itu.

Adanya wacana pelarangan FPI, mengundang tanggapan dari Imam Besarnya yang kini masih menghadapi masalah overstay di Kerajaan Saudi Arabia, Muhammad Rizieq Shihab. Pihaknya tidak pernah pusing dengan pembubaran dan sejenisnya. 'Kalau Front Pembela Islam dibubarkan hari ini, besok saya akan buat Front Persatuan Islam. Singkatan yang sama, pengurus yang sama, serta gerakan dan wajah yang sama pula,' ujarnya lantang.

'Kalau nanti dibubarkan lagi, kita bentuk Front Persaudaraan Islam. Singkatannya sama, pemimpinnya sama, aktivitasnya sama,' lanjutnya. 'Akan selalu ada nama lain, misalnya Front Penjaga Islam atau lainnya. Jadi FPI hanya kendaraan, bukan tujuan perjuangan. Ada FPI atau tidak, amar makruf nahi mungkar wajib dijalankan,' ungkapnya lagi.


Sumber: eramuslim.com/berita/nasional/fpi-mau-dibubarkan-ini-jawaban-cerdas-habib-rizieq.htm#.XT7vVC2B3rd